Virus dan Tips Menanganinya

3 Nov

Seperti  biasa, Fascal menghidupkan komputer kesayanganya yang sudah menemai selama enam tahun. Selama itu, tidak pernah ada keluhan tentang kinerja komputer tersebut. Semua berjalan normal.  Namun pagi ini, dia merasa terkejut setelah menyalakan komputernya dan  mendapati beberapa file penting telah berubah ukuran filenya. Yang semula 2,1 MB berubah menjadi 15kB, yang semula berukuran 3,5 MB berubah menjadi 15kB. Semua filenya berubah ukuran menjadi 15kB. Ada apa ini?

Jika suatu saat terjadi hal seperti itu, sudah dapat dipastikan komputer tersebut terkena virus melalui beberapa media antara lain: internet, dokumen, jaringan maupun email.

Kita sering mendengar kata ”virus” namun tidak paham betul apa maksudnya, bagaimana cara penyebarannya, bagaimana ciri-ciri komputer yang sudah terkena virus, bagaimana pencegahannya dan bagaimana penanganannya jika sudah terinfeksi atau bagaimana pencegahannya agar tidak tertular virus. Semua pertanyaan tersebut wajib  kita cari jawabannya agar suatu saat jika komputer terkena virus dapat diatasi dengan mudah tanpa menimbulkan kekhawatiran tentang ancaman virus tersebut.

Beberapa Pengertian Virus

“A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself. A virus  can spread throughout a computer system or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows“ (Fred Cohen, Ahli Komputer Amerika)

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan dirinya sendiri kemudian menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program maupun dokumen lain. Virus komputer dapat menyebar pada komputer  atau jaringan dengan cara membuat copy dari dirinya sendiri tanpa sepengetahuan dari pengguna komputer tersebut. Virus dapat menimbulkan efek yang berbahaya, misalnya mulai dari menampilkan pesan, mencuri data atau bahkan dapat mengontrol komputer dari jarak jauh. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.

Istilah “virus”, pertama kali digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya, yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu  dicatat  disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau   program   yang   telah   terinfeksi tadi dieksekusi. Jadi, selama file yang telah terinfeksi virus belum dibuka maka tidak akan menulari ke file lain. Namun ketika file diaktikan/dibuka, detik itu juga langsung menulari ke dokumen lain.

Dalam ilmu kedokteran, virus merupakan makhluk hidup pada kehidupan mikro organisme yang hanya dapat dilihat menggunaan mikroskop elektron. Pada ilmu komputer, virus yang dimaksud adalah sebuah program komputer yang memiliki kemampuan untuk menggandakan diri dengan cara menyisipkan program / bahasa pemrograman ke dalam file lain. Ada kemiripan dengan virus biologis, virus komputer dapat menyebar dengan cepat pada file-file dalam sebuah komputer, atau bahkan menulari file di komputer lain, baik melalui jaringan maupun lewat kegiatan tukar-menukar file melalui beberapa media penyimpanan.

Asal usul Kata “Virus

Pada tahun 1949, seorang ahli Matematika mengungkapkan “teori self altering automata”  di mana teori tersebut merupakan hasil riset dari para ahli matematika.

Kemudian pada tahun1960, Lab BELL (AT&T), para ahli di laboratorium BELL (AT&T) mencob teori yang diungkapkan oleh John von Neumann, dengan membuat suatu jenis permainan/game. Mereka membuat program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat  menghancurkan program buatan lawan. Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program lain, akan dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini akhirnya menjadi permainan favorit di tiap-tiap lab komputer. Namun, semakin lama program yang diciptakan makin berbahaya, sehingga mereka melakukan pengawasan dan pengamanan yang ketat terhadap permainan ini.

Dua puluh tahun kemudian yaitu pada tahun1980, program-program tersebut akhirnya dikenal dengan sebutan “virus”. Perkembanga selanjutnya, virus ini berhasil menyebar keluar lingkungan laboratorium, dan mulailah beredar di masyarakat umum.

h_04

Kreteria Virus

Jika dihitung dari awal ditemukannya virus pada tahun 1980 sampai sekarang, sudah tidak dapat dihitung jumlah virus yang menyebar di seluruh dunia dan sudah tidak diketahui lagi jumlah nama-nama virus yang baru, baik lokal maupun internasional. Anda jangan kaget jika disebut virus lokal karena memang ada beberapa virus yang dibuat oleh para mahasiswa Indonesia dengan berbagai tujuan masing-masing.

Sebuah program dapat disebut sebagai virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria yaitu :

1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi

Umumnya virus memerlukan daftar nama-nama file yang terdapat dalam sebuah direktori dengan tujuan agar dapat memperoleh daftar file yang bisa ditulari. Sebagai contoh, virus makro akan menginfeksi semua file berekstensi *.doc atau dengan kata lain virus makro akan menginfeksi semua dokumen yang diolah dari program Microsoft Word. Disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar seluruh file kemudian memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari. Biasanya data ini tercipta ketika file yang telah terinfeksi virus dibuka oleh pengguna.

h_05

Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan biasanya akan diletakkan di RAM, sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang. Tetapi data-data ini akan tercipta kembali setiap kali virus itu diaktifkan. Biasanya data-data ini disimpan juga sebagai hidden file oleh virus tersebut. Apabila mengetahui informasi pada sebuah folder terdapat 44 objects (plus 4 hidden), maka patut dicurigai adanya virus pada folder tersebut meskipun tidak selalu demikian.

2. Kemampuan memeriksa suatu program

Suatu virus juga harus bisa memeriksa suatu file yang akan ditulari, misalnya dia bertugas menulari program berekstensi *.doc, maka dia harus memeriksa apakah file dokumen tersebut telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah, akan percuma menularinya lagi. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file/program. Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki/memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut. Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik di setiap file yang telah terinfeksi.

3. Kemampuan untuk menggandakan diri

Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari file lainnya. Sebuah virus apabila telah menemukan calon korbannya maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya. Jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya penularan dengan cara menuliskan byte pengenal pada file tersebut, dan seterusnya mengkopikan/menulis kode objek virus diatas file sasaran.
h_06

Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/menggandakan dirinya :

  1. File yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file berisi program virus itu sendiri menggunakan nama file yang asli.
  2. Program virus yang sudah dieksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file yang ada.

4. Kemampuan mengadakan manipulasi

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file. Isi dari suatu rutin ini  dapat beragam mulai dari yang tidak berbahaya sampai yang melakukan perusakan. Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi file atau pun mempopulerkan pembuatnya! Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga  memiliki  kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi. Misal :

h_07

a. Membuat gambar atau pesan pada monitor
b. Mengganti/mengubah-ubah label dari tiap file, direktori, atau label dari drive di PC
c. Memanipulasi file yang ditulari
d. Merusak file
e. Mengacaukan kerja printer, dsb

5. Kemampuan Menyembunyikan diri

Kemampuan menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.

Langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:

  • Program virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai
  • Program virus diletakkan pada Boot Record atau track pada disk yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri
  • Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak terlalu berubah ukurannya
  • Virus tidak mengubah keterangan/informasi waktu suatu file
  • Dan lain-lain

Siklus Hidup

Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:

  • Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )
    Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal: tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini.
  • Propagation phase ( Fase Penyebaran )
    Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, RAM dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “kloning” virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya).
  • Trigerring phase ( Fase Aktif )
    Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant Phase.
  • Execution phase( Fase Eksekusi )
    Pada fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb

Jenis-Jenis Virus

Secara garis besar, virus yang beredar saat ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis tergantung dari sifat penularannya, apakah menginfeksi file, direktori, program, atau sistem.

1.  Virus Makro

Jenis virus ini sudah sering kita dengar karena mudah dideteksi. Virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu sistem opeasi. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik.

Contoh virus:
– Varian W97M, misal W97M.Panther
Ukuran 1234 bytes, akan menginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen   apabila dibuka.
– WM.Twno.A;TW
Ukuran file 41984 bytes, akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang   menggunakan bahasa makro, biasanya   berekstensi *.DOT dan *.DOC

2.  Virus Boot Sector

Virus jenis ini dalam menggandakan dirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting dari virus. Sehingga ketika komputer di-booting maka virus akan diload ke memori dan selanjutnya virus mengendalikan hardware   standar (contoh : monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar ke seluruh drive yang ada dan yang terhubung ke komputer (contoh : floopy, drive lain selain drive c:).

Contoh :
–  Varian virus wyx
ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy, ukuran file 520 bytes;
Karakteristik : memory resident dan terenkripsi.
–   Varian V-sign :
Menginfeksi : Master Boot Record,  ukuran file 520 bytes;
Karakteristik : menetap di memori (memory resident), terenkripsi, dan polymorphic)
–   Stoned.june   4th/ bloody!:
Menginfeksi : Master Boot Record dan Floopy, ukuran file  520 bytes;
Karakteristik : menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan pesan  “Bloody!june 4th     1989” setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali.

3. Stealth Virus

Virus ini akan menguasai tabel interrupt pada DOS yang sering kita kenal dengan “Interrupt interceptor“. Virus ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi-instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya.

Contoh virus :
–  Yankee.XPEH.4928,
Menginfeksi file *.COM dan *.EXE,  ukuran file 4298 bytes;
Karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu
–  WXYC (yang termasuk kategori boot record pun  karena  masuk kategri stealth dimasukkan pula disini)
Menginfeksi floopy an motherboot record, ukuran file 520 bytes;
Karakteristik : menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.
–   Vmem(s):
Menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM,  ukuran file 3275 bytes;
Karakteristik: menetap di memori, ukuran file tersembunyi, dienkripsi.

4. Polymorphic Virus

Virus ini dirancang untuk mengecoh program antivirus, artinya virus ini selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.

Contoh virus:
–   Necropolis A/B,
Menginfeksi file *.EXE dan *.COM;  ukuran file 1963  bytes;
Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi ,terenkripsi dan dapat berubah ubah struktur
–   Nightfall,
Menginfeksi file *.EXE;  ukuran file 4554 bytes;
Karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi, memiliki pemicu, terenkripsi dan dapat     berubah-ubah struktur

5. Virus File/Program

Virus ini menginfeksi file-file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik itu file *.EXE, maupun *.COM biasanya juga hasil infeksi dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.

6. Multi Partition Virus

Virus ini merupakan gabungan dari virus boot sector dan virus file. Artinya pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-file *.EXE atau *.COM dan juga menginfeksi boot sector.

Teknik dan Media Penyebaran

Virus komputer memiliki sifat penyebaran yang sama layaknya virus biologi. Perbedaannya terletak pada media yang digunakan untuk menyebarkan virus. Pada virus komputer, tenik dan media yang digunakan bermacam-macam diantaraya:

h_14

1. Disket, Flash disk,  dan media storage R/W

Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi virus untuk dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun sebagai media penyebarannya. Media yang bias melakukan operasi R/W (Read dan Write) sangat memungkinkan untuk ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran.

2. Jaringan (LAN, WAN,dsb)

Hubungan antara beberapa komputer secara langsung sangat memungkinkan suatu virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran/pengeksekusian file yang mengandung virus.  Ini biasanya dilakukan pada beberapa institusi.

3. Internet

Media ini menjadi media utama dalam menyebarkan  “virus” yang akan menginfeksi komputer-komputer ketika mengakses internet.

4.  Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan

Banyak sekali virus yang sengaja ditanamkan dalam suatu program yang disebarluaskan baik secara gratis, atau trial version.

5.  Attachment pada email, transfering file

h_15

Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat mencolok/menarik perhatian, bahkan seringkali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.

Varian Virus

WORM

Jika Anda terhubung ke internet memiliki resiko tinggi terjangkit virus komputer, meskipun Anda tidak membuka e-mail sekalipun. Internet worm dapat menjangkiti komputer dengan cara memanfaatkan kelemahan pada sistem operasi Anda. Worm Blaster contohnya, memanfaatkan kelemahan yang ada pada service Remote Procedure Call (RPC) yang ada pada Windows NT, 2000 dan XP. Worm ini memanfaatkan kelemahan tersebut untuk melakukan propagasi dengan cara menggandakan dirinya sendiri ke komputer yang lainnya. Ketika worm tersebut sudah menggandakan dirinya, maka akan menimbulkan lalu lintas jaringan yang sangat besar sehingga memperlambat jaringan komputer atau bahkan membuat komputer Anda menjadi crash.

Worm ini juga membuat komputer-komputer yang terinfeksi tadi untuk bersama-sama mengadakan koneksi ke situs Microsoft sehingga membuat situs tersebut sulit diakses oleh orang lain karena mengalami overload. Microsoft (dan juga vendor sistem operasi lainnya) mengeluarkan patch untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software mereka.

TROJAN

Backdoor trojan merupakan sebuah program yang mengijinkan seseorang untuk mengambil alih kontrol terhadap sebuah komputer melalui internet. Backdoor trojan akan nampak seperti program yang normal dan kelihatannya tidak mengganggu Anda. Backdoor trojan saat ini bisa dikatakan sedang trend di internet, bahkan viruspun dapat meletakkan suatu backdoor trojan pada suatu komputer. Begitu pertama kali backdoor trojan dijalankan, maka biasanya dia akan menambahkan dirinya pada bagian startup di komputer tersebut sehingga backdoor trojan ini akan selalu dijalankan ketika komputer dinyalakan kembali.

Si pengirim backdoor trojan ini bisa melihat komputer mana saja yang mengandung backdoor dan dia dapat terhubung ke komputer tersebut tanpa disadari oleh pengguna komputer disana. Setelah terhubung dengan komputer yang sudah terinfeksi backdoor trojan ini, maka si pengirim backdoor trojan akan dapat melakukan berbagai hal, seperti menjalankan aplikasi, mengakses file personal Anda, memodifikasi file atau meng-upload file, merekam keystroke keyboard Anda atau bahkan menggunakan komputer Anda untuk mengirimkan e-mail spam kepada orang lain. Beberapa backdoor trojan yang sudah kita kenal adalah Subseven, BackOrifice dan Graybird yang sering dianggap sebagai patch untuk memperbaiki worm Blaster.

SPAYWARE

Spyware adalah suatu aplikasi yang memungkinkan para pemasang iklan untuk mendapatkan informasi mengenai kebiasaan pengguna komputer dimana spyware tersebut terpasang. Progam spyware ini sebenarnya bukanlah sebuah virus. Spyware terkadang memiliki efek-efek lain yang tidak terduga, misalnya muncul pesan pop-up dan biasanya akan muncul sebuah peringan yang menyuruh Anda untuk mendownload program yang “nampaknya” sangat dibutuhkan Dalam beberapa kasus, program spyware dapat secara otomatis terdownload tanpa Anda sadari. Spyware akan jalan di komputer Anda dan akan mencatat semua aktivitas Anda (misalnya mencatat situs apa saja yang Anda kunjungi) dan akan melaporkannya kepada pihak lain, dalam hal ini pihak pemasang iklan.

Aktivitas spyware ini jelas akan memakan resource pada komputer Anda dan dapat memperlambat kemampuan komputer Anda. Beberapa software anti-spyware saat ini sudah dapat mendeteksi adanya spyware pada komputer Anda dan bisa menghilangkannya secara otomatis. Contohnya adalah fitur anti-spyware pada aplikasi System Mechanic.

Ciri Komputer Terkena Virus

Biasanya komputer yang terinfeksi virus mengalami beberapa perubahan dalam berbagai aspek terutama yang menyangkut sistem operasi. Hal ini disebabkan karena penyebaran virus yang sulit ditebak, apalagi komputer yang tidak dilengkapi software antivirus.

h_19Ada beberapa tanda-tanda komputer yang terkena virus.
– Ada beberapa tanda-tanda komputer yang telah terinfeksi virus   komputer:
– Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya dan itu   berlangsung secara konsisten.
– Komputer tiba-tiba berhenti atau tidak merespon dan hal   tersebut sering terjadi.
– Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa   menit sekali.
– Komputer tiba-tiba restart dan tidak bisa berjalan  normal   kembali.
– Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya.
– Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
– Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
– Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
– Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.

Pencegahan

1. Pasang Anti Virus pada sistem komputer.

Sebagai perlindungan di garis depan, penggunaan anti virus adalah wajib. Ada banyak anti virus yang beredar di pasaran saat ini. Beberapa yang cukup handal diantaranya adalah McAfree VirusScan (www.mcafee.com) dan Norton Anti Virus (www.symantec.com).

2. Update database program anti virus secara teratur

Ratusan virus baru muncul setiap bulannya. Usahakan untuk selalu meng-update database dari program anti virus yang anda gunakan. Database terbaru dapat dilihat pada website perusahaan pembuat program anti virus yang anda gunakan.

3. Berhati-hati sebelum menjalankan file baru.

Lakukan scanning terlebih dahulu dengan anti virus sebelum menjalankan sebuah file yang didapat dari mendownload di internet atau menyalin dari orang lain. Apabila anda biasa menggunakan sarana e-mail, berhati-hatilah setiap menerima attachment dalam bentuk file executable. Waspadai file-file yang berekstensi: *.COM, *.EXE, *.VBS, *.SCR, *.VB. Jangan terkecoh untuk langsung membukanya sebelum melakukan scanning dengan software anti virus.

4. Curigai apabila terjadi keanehan pada sistem komputer.

Menurunnya performa sistem secara drastis, khususnya saat melakukan operasi pembacaan/penulisan file di disk, serta munculnya masalah pada software saat dioperasikan bisa jadi merupakan indikasi bahwa sistem telah terinfeksi oleh virus.

5. Backup data secara teratur.

Tips ini mungkin tidak secara langsung menyelamatkan data kita dari ancaman virus, namun demikian akan sangat berguna apabila suatu saat virus betul-betul menyerang dan merusak data di komputer yang anda gunakan. Setidaknya dalam kondisi tersebut, kita tidak akan kehilangan seluruh data yang telah dibackup sebelumnya.

Penanganan

h_22

1. Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah di disket, jaringan, email dsb. Jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda mengisolasi komputer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable sambungan internet dari control panel). 

2. Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda, dengan cara:

  • Melihat gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb. 
  • Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat auto-protect berjalan berarti virus definition di dalam komputer anda tidak memiliki data virus ini, cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk kemudian anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdate, maka upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus yang memiliki update terbaru.

3. Bersihkan virus tersebut. Setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs-situs yang memberikan informasi perkembangan virus tersebut. Hal ini perlu dilakukan apabila antivirus dengan update terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.

4. Langkah terburuk. Jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat ulang komputer anda

Daftar Pustaka

Satu Tanggapan to “Virus dan Tips Menanganinya”

  1. prima leoni 8 Januari 2010 pada 3:14 am #

    wah…. makasi info lengkapnya yawh, kawan….

    sangat bermanfaat,……

    sekarang ku sedang membantu sahabatku, laptopnya kena virus, setiap program yang di buka rusak, gak kebuka gitu… dan udah 5 program yang di infeksinya…

    kira-kira itu virus apa yawh???

    musti cari sumber virusnya dulu? setelah itu ge mana???

    makasih….

    di tunggu neh balasannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: