Archive | Februari, 2011

Khutbah Surat Al-Lahab

25 Feb

oleh: Khofit Farikh, S.Th.I

(My Best Friend)

Innal hamda lillahi jami’an…

Qalallah wahuwa a’azzul qailin: inna qad uhiya ilayna annal adzaba ala man kadzaba watawlla. Shadaqallahul adzim. Amma ba’du faya ayyuhal ikhwah ittaqullah haqqa tuqatih, wahtammu bianna man yattaqi wayashbir fainnallah la yudhi’u ajral muhsinin.

Kangge mengawali uraian, khatib nimbali pribadi ugi para rawuh, mangga tansah ngreksa karunia iman, saha ihsan ingkang sampun katampi kanthi senantiasa niti-niti, mengevaluasi saha mengkoreksi ngantos dugi pundi diri kita nuhoni firmaning Allah saha sabdaning Kanjeng Rasulullah. Kanthi menika seiring saya celak dumateng winatese wekdal dugining ajal, mugi-mugi kualitas ketaqwaan kita saged tansaya manteb, bakuh, ideal jejeg lan istiqamah.

Sakterusipun mangga sami ngunjukaken puji atas beragam karunia Ilahi ingkang mokal kawilang, salah setunggal anugrah ingkang paling pertela bilih kita teksih pinaringan kesehatan, kesempatan, kekiyatan, saha kebersediaan, kemauan ngrawuhi ibadah mingguan shalat jum’ah berjama’ah. Mugi-mugi kempal kita sesarangan para sederek kaum muslimin ingkang nggadahi semangat berislam secara serius ing masjid menika njalari kita langkung menghayati piwucal agama lan ndadosaken ridha ilahi minangka tujuan puncak (nihayatul qashdi) saking sedaya kegiatan kita.

Sidang jum’ah rahimakumullah, ing siang menika khatib bade menguraikan pembahasan ngengingi kandungan surat al-lahab. Surat al-lahab ingkang artosipun latu kang monclak-monclak, sinebat ugi surat al-masad (tampar sepet). Ayate 5, 20 kalimat, 77 huruf.

Baca lebih lanjut

Teori dan Teknik Persidangan

5 Feb

Disampaikan pada:

Musyawarah Kerja Koordinator Putera-Puteri

Gugusdepan Pesantren Al-Ishlah Tajug

Sudimampir Balongan Indramayu

Masa Bhakti: 2011-2012.

Sabtu, 22 Januari 2011

 

PENDAHULUAN

Sidang atau persidangan adalah salah satu kelengkapan organisasi yang mutlak harus dimiliki oleh setiap organisasi dimanapun dan apapun, karena ditangan persidangan inilah arah dan tujuan organisasi tersebut ditentukan. Melalui sidang pulalah baik buruknya sebuah laju organisasi dapat dievaluasi, sehingga lazimnya bagi sebuah organisasi, sidang memiliki kekuatan hukum tertinggi dibandingkan dengan kelengkapan organisasi yang lainnya.

PENGERTIAN DAN TUJUAN

Secara umum sidang sendiri memiliki pengertian berkumpul, bermusyawarah dan berunding (Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia), sedangkan secara khusus pengertian sidang dapat lebih dispesifikkan lagi tergantung siapa dan apa tujuan diadakan persidangan. Sidang merupakan forum tertinggi yang dihadiri seluruh anggota dan diselenggarakan untuk mengevaluasi sekaligus membahas hal-hal yang bersifat krusial dan mendasar seperti pembahasan landasan organisasi, pencabutan mandat dan pemberian mandat serta meminta pertanggungjawaban mandataris.

Pelaksanaannya, untuk sidang umum maksimal 1 kali dalam satu periode kepengurusan, sedangkan untuk sidang-sidang yang lain dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut.