Khutbah Idul Adha 1431 H

17 Nov

n1383212828_295129_5931862

Oleh: Khofit Farikh S.Th.I

اللهُ أكْبَرُ × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.لْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَلَهُ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْهِ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَهُ وَنَخْشَى عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَهُ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ الحمد لله الذي جعل الحج والأضحية شعارا من شعائر الإسلام أشهد أن لاإله إلا الله الملك القدوس السلام وأشهد أن محمدا عبده ررسوله أرسله لإتمام أخلاق الأنام. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد الداع الي دار السلام وعلي أله وأصحابه أجمعين ومن تبعهم بإحسان الي يوم الزحام.أما بعد، أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُورُ

Sedaya puji pangalembana namung kagunganipun Allah swt. Dzat ingkang maha sampurna. Namung atas rahmat kawelasanipun ing wekdal menika kita taksih pinaringan hidayah iman Islam, kesehatan saha kawilujengan. Alhamdulilah, wondene kita dipun takdiraken mukim wonten wilayah ingkang Insya Allah sanes kawasan rawan bencana. Kita wajib syukur sebab secara fisik kita temtu lakung beruntung dibanding sederek-sederek kita kang tertimpa bencana, sahingga dalam sekejap kedah pisah kaliyan para sederek ingkang dipun tresnani, dalam hitungan detik kedah kicalan griyanipun disapu lindu tsunami, kedah musnah banda gadahipun dilumat awan panas, kedah menandang kerugian tak terhingga sebab sabin pategalanipun rusak ketrrak banjir bandang. Ing wekdal kang cekak katah sederek kita sak bangsa sebab bencana alam ujug2 dados rondo, dados yatim piatu, dados pengangguran, bahkan dados jenazah. Estu wajib disyukuri wondene kita dipun anugerahi manggen ing wilayah kang aman. Mangga sami nderek nyenyuwun mugi para sederek kita kaum muslimin ingkang seda sebab berbagai bencana pinaringan manggih khusnul khatimah, mugi-mugi para kagem para sederek kita ingkang taksih wonten pengungsian pinaringan ketabahan saha keteguhan iman lan mugi-mugi sedaya bencana ingkang dipun tandang negeri kita pinaringan enggal ical sirna.

Baca lebih lanjut

Iklan

Hubungan antara Kepemimpinan Transformasional, Budaya Sekolah, dan Adaptabilitas Manajemen Sekolah

17 Okt

Pembenahan secara total dengan tujuan peningkatan mutu wajib dilakukan oleh lembaga pendidikan. Pembenahan secara total meliputi segala aspek. Jika ini dilakukan maka akan membentuk sebuah jaringan yang kuat yang secara serentak melaju mencapai tujuan/sasaran. Dengan demikian maka sebuah lembaga pendidikan akan tetap eksis dan terus berkembang dalam kancah persiangan global. Kepekaan melihat kondisi yang bergulir dan peluang masa depan menjadi modal utama untuk mengadakan perubahan paradigma dalam manajemen pendidikan. Modal ini akan dapat menjadi pijakan yang kuat untuk mengembangkan pendidikan. Pada titik inilah diperlukan berbagai komitmen untuk perbaikan kualitas. Manakala tahu melihat peluang, dan peluang itu dijadikan modal, kemudian modal menjadi pijakan untuk mengembangkan pendidikan yang disertai komitmen yang tinggi, maka secara otomatis akan terjadi sebuah efek domino (positif) dalam pengelolaan organisasi, strategi, SDM, pendidikan dan pengajaran, biaya, marketing pendidikan seperti yang sudah penulis uraikan di atas.

Manajemen dan kepemimpinan merupakan dua unsur yang sangat menentukan dalam keberlangsungan dan perkembangan organisasi termasuk organisasi pendidikan. Dalam era yang penuh dinamika serta perubahan yang cepat seperti sekarang ini, manajemen dan kepemimpinan yang peka terhadap perubahan amat diperlukan dalam memberdayakan semua potensi yang dimiliki. Manajemen dan kepemimpinan yang demikian diperlukan dalam mendorong organisasi untuk terus belajar dan tanggap terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi serta semakin berusaha dalam meningkatkan performa organisasinya.

Baca lebih lanjut

Dimensi-dimensi Kompetensi Guru/Tutor

17 Okt

Menurut Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

  1. Kompetensi pedagogik yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi : (a) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; (b) pemahaman terhadap peserta didik; (c) pengembangan kurikulum/silabus; (d) perancangan pembelajaran; (e) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; (f) evaluasi hasil belajar; dan (g) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
  2. Kompetensi kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : (a) mantap (b) stabil; (c) dewasa; (d) arif dan bijaksana; (e) berwibawa; (f) berakhlak mulia; (g) menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; (h) mengevaluasi kinerja sendiri ; dan (i) mengembangkan diri secara berkelanjutan.
  3. Kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk : (a) berkomunikasi lisan dan tulisan; (b) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; (c) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua / wali peserta didik; dan (d) bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.

Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi :

  • konsep, struktur, dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar;
  • materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah;
  • hubungan konsep antarmata pelajaran terkait;
  • penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari; dan
  • kompetisi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai budaya nasional.

Khutbah Oktober 2010

16 Okt

4490_1159371949480_1383212828_417261_7700412_n

Oleh: Khofit Farikh, S.Th.I

Innal hamda illahi jami’an washolatu wassalamu ‘ala sayyidina Muhammadin Asyrafil khalqi jam’an.

Qalallah wahuwa a’azzul qailin: walaqad karramna bani adam wahamalnahum filbarri walbahr warazaqnahum minat thayyibat wafdhalnahum ‘ala katsirim miman khalaqna tafdhila. Shadaqallahul adzim. Amma ba’du faya ayyuhal ikhwah ittaqullah haqqa taqwahu watazawwadu fainna khairaz zadit taqwa.

Sedaya puji pangalembana namung kagunganipun Allah swt. Dzat ingkang maha sampurna. Namung atas rahmat kawelasanipun ing wekdal menika kita taksih pinaringan kekiyatan kangge menghadiri ritual shalat jum’at berjama’ah minangka tanda bukti bilih kita taksih nggape dumateng piwucal agami. Mugi-mugi tekad kita kangge ngambah margining kautamen kasartanan ridhaning Ilahi sehingga kita manggih karahayon ing wanci gesang lan saksampunipun pejah mbenjang (filhayat waba’dal mamat).

Salajengipun khatib nimbali pribadi ugi hadirin, mangga kita tansah berusaha ngindaaken kualitas taqwa, kanthi cara ingkang sampun biasa kita mangertosi saking para muballigh, nyarujuki lelampahan pinuji lan nginggati lelampahan nista. Wasiyat takwa utawi ajakan amrih tansah berupaya nglampahi kesaenan lan nebihi keawonan menika perlu kawongsal-wasuli lan dados inti saking setiap khutbah para da’i, sebab menungsa menika titah kang asring khilaf lan supe, mboten cekap sepindah dituturi. Jalaran asring khilaf menikolah pangemut ugi ajakan takwa estu sanget mboten prayogi dipun walehi.

Baca lebih lanjut

Adaptabilitas Manajemen Sekolah

9 Okt

Lembaga pendidikan berfungsi dan berperan dalam pembentukkan sumber daya manusia yang berkompeten pada jamannya, kreatif, inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menuntut para manajer pendidikan untuk mencari dan menerapkan suatu manajemen baru yang dapat mendorong perbaikan mutu pendidikan. Oleh karena itu pembenahan manajemen pendidikan sangatlah diperlukan. Pembenahan manajemen pendidikan diperlukan sensitivitas lembaga dalam melihat sebuah perubahan yang muncul untuk mengelola kegiatan antisipasi yang harus dilakukan terhadap dampak dari perubahan tersebut, sekaligus melihat peluang yang muncul yang dapat diambil untuk pengembangan lembaga.

Manajemen dalam mengelola pendidikan tidak dapat dilepaskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukti dari pertalian erat tersebut adalah perubahan yang terjadi pada hampir semua aspek kehidupan manusia dengan berbagai permasalahan yang ditimbulkannya dapat dipecahkan melalui upaya penguasaan serta peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi demikian membawa dampak kepada perlunya seseorang mengikuti perkembangan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dan berubah. Perkembangan dan perubahan yang terus bergulir ini pun membawa manusia ke era persaingan global yang ketat. Oleh karena itu kalau tidak ingin kalah bersaing dalam era globalisasi peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien. Pengembangan dan peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing international dan mempunyai kompetensi untuk bertahan pada perkembangan zaman menjadi suatu perhatian penting dalam manajemen pendidikan.

Globalisasi menuntut adanya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan. Menurut Reigeluth dan Garfinkle (1994) dalam Syafaruddin, kebutuhan terhadap paradigma baru pendidikan didasarkan atas perubahan besar-besaran dalam kondisi dan kebutuhankebutuhan pendidikan dalam masyarakat informasi. Untuk melakukan perubahan tersebut maka peranan manajemen pendidikan sangat signifikan untuk menciptakan sekolah-sekolah yang bermutu yang menghasilkan SDM terandalkan dan tangguh yang dibutuhkan masyarakat. Kualitas pendidikan yang diserap pada sekolah yang bermutu sudah seharusnya dipersiapkan seirama dengan perkembangan zaman. Saat ini zaman berada pada era globalisasi dan informasi, maka era inilah yang membawa perubahan-perubahan mendasar dan mewarnai kehidupan pendidikan.

Baca lebih lanjut